Skip to main content
x

USK Memperkenalkan Inovasi Alat Pengolah Limbah “Pelepah Pinang” di Gampong Lamtamot Aceh Besar

Masyarakat Gampong Lamtamot, Kabupaten Aceh Besar memanfaatkan pinang hanya bagian buahnya saja.

Pohon pinang selain menghasilkan buah juga menghasilkan pelepah.

Selama ini, masyarakat lamtamot melihat pelepah pinang hanya sebagai limbah. Padahal pelepah pinang dapat diolah menjadi produk yg bernilai ekonomis.

Hal inilah yang menginspirasi dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk membuat kemasan yg ramah lingkungan dari limbah pinang yaitu pelepah pinang.

Dengan memperkenalkan inovasi mesin pencetak kemasan pelepah pinang. Alat pencetak kemasan pelepah pinang ini, memiliki kelebihan yaitu bisa mencetak kemasan yg bervariasi.

Tim pengabdi memperkenalkan mesin pencetak kemasan pelepah pinang dalam dua model berbentuk piring dan lengkung sebagai kemasan.

Bahan yang dicetak dengan alat ini berupa pelepah pinang tua yg telah jatuh dari pohonnya.

Teknologi pembuatan kemasan yg ramah lingkungan ini diintroduksikan ke masyarakat oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Syiah Kuala yang terdiri-dari: Ketua Pengabdi Dr. Ichwana, S.T., M.P, anggota tim Ratna S.TP.,MT, dan Safriandi, S.TP., M.Si.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Ashfa. S.T., MT.

Alat pencetak pelepah pinang merupakan hasil inovasi, Ketua Pengabdian dengan direktur CV Mitra Mandiri (Bapak Muhammad Nazri) yang telah melakukan uji coba telah memperoleh hasi yang sangat memuaskan.

Kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu tahap sosialisasi untuk memperoleh tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat, tahap kedua memperkenalkan alat dan memproduksi dan tahap ketiga teknik pemasaran melalui shopee.

Kegiatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian ini dilaksanakan di Gampong Lamtamot yang diikuti oleh perangkat gampong, ibu- ibu PKK, Anggota Posyandu dan mahasiswa MBKM.

Menurut Ketua Pengabdi, Dr. Ichwana yang juga sebagai sekretaris Pusat Riset Lingkungan hidup USK, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alat pencetak kemasan situk atau pelepah pinang untuk pengemasan kopi dan produk lainnya.

Hasil uji coba laboratorium kadar air pelepah pinang yang ideal 12%-16% untuk dicetak di mesin inovasi pelepah pinang.

Hasil uji coba produk yang dihasilkan dapat digunakan beberapa kali pakai maksimal 10 kali tergantung teknik pengelolaan dan pencucian setelah pakai.

Produk dapat di cuci namun tidak direndam dan tidak perlu digosok keras dengan sabun namun harus dikeringkan kembali.

Ini dapat digunakan sebagai pengganti kemasasan styrofoam dan kemasan kopi yang artistik.

Bapak Keucik Lamtamot (Surya Efendi) telah membentuk kelompok peroduksi pelepah pinang. Produksi dari mesin pelepah pinang ini akan dijadikan produk khas Daerah Lamtamont dengan nama penjualan “Situk lamtamot”.

Pemasaran produk juga telah didampingi oleh tim USK sehingga dapat dilakukan pemesanan produk dimedia sosial IG dan shopee. (ADV)

Laporan Syedara Lon Muhammad Nasir Narator: Syita Editor: Syamsul Azman Yr

Sumber Tribun News : https://www.youtube.com/watch?v=ymL2CwKJ2ns 

Sumber Puja TV Aceh : https://www.youtube.com/watch?v=oXusY9kUatE